STOK BERAS DAN MINYAK GORENG DI JAWA BARAT DIPASTIKAN SANGAT AMAN

ReaksiNusantara,.

Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak

goreng dalam kondisi sangat aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

hingga akhir tahun.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara

berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan

maupun dinamika situasi geopolitik global.

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan stok

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini dikuasai BULOG mencapai 3,74 juta ton.

Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring masa panen dan kegiatan penyerapan

gabah serta beras di berbagai daerah.

“Stok beras yang dikuasai BULOG saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74

juta ton. Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami

lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat

mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” ujarnya.

Adapun stok yang dimiliki Perum BULOG Kanwil Jabar adalah sekitar 592.795 Ton setara beras

dan akan terus bertambah menghadapi panen raya yang sudah akan dimulai di bulan depan.

la menambahkan ketersediaan minyak goreng juga tetap terjaga melalui dukungan kebijakan

Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan. Kebijakan tersebut

menetapkan alokasi sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan untuk memperkuat pasokan di

masyarakat.

Untuk komoditas minyak goreng Minyakita, realisasi penyerapan di Jawa Barat periode bulan

Januari – Maret 2026 telah mencapai 7.757 kiloliter. Minyak goreng Minyakita disalurkan

langsung ke pedagang pengecer di pasar rakyat, kios mitra bumn, Koperasi Desa Merah Putih

(KDMP) atau pengecer lainnya.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan

pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap

tenang dan berbelanja secara wajar,” Ujar Nurman.(efran.s)